Kiat Memantaskan dan Menjaga Diri Selama Masa Penantian (Ust. Dedi Hariadi, Lc) - #RangkumKajian

By chikitadinda - 20.15

Assalamualaikum!
Gue kepikiran buat menerbitkan di blog beberapa catatan kajian yang gue sempet ikutin. Daripada mangkrak di notes dan hanya bermanfaat buat gue pribadi, tentunya bisa lebih bermanfaat kalo dibaca sama temen-temen lainnya. Jadi, gue khusus bikin segmen #RangkumKajian.


Nah, di episot pertama #RangkumKajian ini, gue mau menyampaikan beberapa poin bahasan dari Kajian Ustad Dedi Hariadi, Lc yang gue hadiri. Beliau emang kalau dari track recordnya sering bahas soal rumah tangga, mencari pasangan, memperbaiki diri, pokoknya yang dicari orang-orang seumur gue lah.

Gue memasukkan beliau di list ustad idola gue karena penyampaiannya mudah dimengerti, pendekatannya juga enak, jadi kalo ada kajian bareng beliau, kadang gue memprioritaskannya untuk dateng.

Bahasan kali ini, Ustad Dedi ngomongin soal "Kiat Memantaskan dan Menjaga Diri Selama Masa Penantian".

Satu kalimat yang selalu teringat buat gue adalah ketika beliau bilang, "Mahar terbaik adalah tidak ada cerita apapun sebelum menikah".

Artinya, memang kita ya harus menjaga diri selama sebelum pernikahan terjadi. Nggak ada omongan kayak, "Iya, dia mantan gue yang (bla) (bla) (bla)". Atau "Dulu pas gue pacaran ama dia itu (bla) (bla) (bla)".

Itulah mengapa kita tidak boleh mengisi hari-hari sebelum menikah dengan hal-hal tidak perlu dan lebih diutamakan untuk memantaskan diri dan memperbaiki diri lebih baik lagi.

Tapi biasanya yang seriiiiiiing banget ditanyain sama anak muda adalah, "Gimana sih caranya nemuin orang yang sebaik-baiknya buat gue???"

Ustad Dedi punya tiga kiat untuk bisa nemuin seseorang yang sebaik-baiknya buat kita. Namun, perlu diingat lagi bahwa kita jangan mencari, tapi menyiapkan. Oke?

1. Kembali ke Akidah

Akidah secara bahasa artinya ikatan. Sedangkan secara istilah akidah artinya keyakinan hati dan pembenarannya terhadap sesuatu. Dalam pengertian agama maka pengertian akidah adalah kandungan rukun iman, yaitu:

- Beriman dengan Allah
- Beriman dengan para malaikat
- ‎Beriman dengan kitab-kitab-Nya
- ‎Beriman dengan para Rasul-Nya
- ‎Beriman dengan hari akhir
- ‎Beriman dengan takdir yang baik maupun yang buruk

Sehingga akidah ini juga bisa diartikan dengan keimanan yang mantap tanpa disertai keraguan di dalam hati seseorang.

Dalam QS An Najm: 45, Alloh SWT berfirman:

"وَأَنَّهُۥ خَلَقَ ٱلزَّوْجَيْنِ ٱلذَّكَرَ وَٱلْأُنثَىٰ

Dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita.

Begitupun pada QS. Adz-Dzariyat: 49

وَمِنْ كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.

Dari kedua ayat tersebut Alloh telah menyebutkan bahwa Dia telah menciptakan makhluknya secara berpasang-pasangan, dan itu adalah sebuah kepastian. Kita harus berhusnudzon kepada-Nya bahwa kita pun juga pasti akan mendapatkan pasangan yang tentu adalah sebaik-baiknya untuk kita masing-masing.

Kita harus memiliki keimanan yang mantap tanpa disertai keraguan di dalam hati bahwa Alloh telah menyiapkan kita pasangan yang paling baik dan tepat untuk kita masing-masing.

2. Memantaskan Diri, Hidup dalam Taat

Kembali mengacu pada QS An Nur: 26,

الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ ۖ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ ۚ أُولَٰئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ ۖ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ


"Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga)."

Tentunya kita semua pengen dapet pasangan yang baik, kan? Ya kita juga harus jadi orang baik.

Gimana caranya??

Inilah seni memantaskan diri.

Apa yang harus dipantaskan??

a. Dalam diri:
- ‎Fisik
- ‎Spiritual
Memantaskan spritual ini dengan cara ‎menguatkan visi iman.

Apasih tujuan kamu menikah?
Tentunya adalah ibadah. Jangan pernah keluar dari cita-cita awal, niatkanlah menikah untuk ibadah.

Ibadah hanya dilakukan oleh orang-orang yang sholeh. Selalu ada ujian saat beribadah.
Bikinlah jalan tersulit untuk ke hatimu. Maka nantinya orang yang sampe finish itu adalah orang yang terhebat.

b. Visi yg harus dibangun:
Kalian juga harus memantaskan dengan menyusun visi dalam menikah. Ada dua macam visi, yaitu:

- Spiritual (seperti yang gue jelasin diatas)
- Psikologis
Memantaskan diri dalam hal psikologis artinya sebelum kita ditugasi mendampingi seseorang, maka dalam diri sendiri kita harus melihat bahwa menikah bukan sekedar ber-haha-hihi, harus menyiapkan diri saat episode terburuk dalam pernikahan.

Ujian adalah waktu, kepribadian adalah jawabannya.

c. Finansial
Ini yang sering ditanyakan orang pada umumnya.
"Nikah dulu ato mapan dulu?"

Ust Dedi menjawab, "Nikah"

Alasannya..
1. Nikah adalah pintu rejeki
2. ‎Nikah adalah ketaatan
3. ‎Dan melambatkan pernikahan takut terjerumus kedalam dosa

Namun tentu, ini juga mempertimbangkan beberapa hal yaa.

3. Hindari Perbuatan Maksiat

Jangan mengejar, namun memantaskan.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Wahai orang-orang yang beriman, Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap-siaga dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung. – (QS Ali Imran: 200)

Barangsiapa berasabar, akan mendekat pada kebahagian.

Kaji terus ilmu akidah, jangan berhenti untuk belajar.


Lalu muncul pertanyaan dari salah satu anggota majelis,

"Ustad, bagaimana jika semakin kita belajar, semakin kita mempersiapkan diri untuk pernikahan lalu semakin merasa kecil? Semakin merasa tidak pantas"

Jawaban beliau sederhana,
Janganlah kamu menolak pernikahan karena alasan belum sempurna. Kalo takdir sudah mempertemukan, bismilah, belajar bersama.

Semoga ilmunya bermanfaat.

سُبْحانَكَ اللَّهُمَّ وبِحَمْدِكَ أشْهَدُ أنْ لا إِلهَ إِلاَّ أنْتَ أسْتَغْفِرُكَ وأتُوبُ إِلَيْكَ


Artinya: "Maha Suci Engkau, ya Allah. Segala sanjungan untuk-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku memohon ampun dan bertaubat kepada-Mu."

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar