Dalam Hal Apapun, Kenapa Kita Terlalu Fokus ke Apa Yang Kita Ingin Bukan Butuh

By chikitadinda - 01.18

"Gue pengen punya cowok yang tinggi, kurus, berkacamata"
"Kalo gue pengen cewek yang putih, suaranya bagus, pinter lagi"
"Gue pribadi ga ngelihat fisik, yang penting dia punya mobil 3, rumah, gaji 2 digit.."
"Kalo gue yang penting dia mau ama gue dah"

Sering nggak sih kalian denger kalimat-kalimat itu terlontar di percakapan santai anak muda?

Saling membayangkan tipe pasangan ideal yang pengen didapatkan. Nggak semuanya tentang fisik sih, tapi memang wajar manusia berangan dan membayangkan tipe paling ideal yang ia idam-idamkan dari pasangan.


Jujur, gue pun dulunya gitu. Gue pengen punya pasangan yang kurus tinggi, berkacamata, suaranya berat pake jam tangan gitu. Keknya keren macem eksekutip muda HaHa.

Tetapi pada akhirnya gue balikin lagi ke diri gue. Apakah memang itu yang lu butuhin, Chik?

Apakah dengan memiliki pasangan idaman dengan kriteria yang lu angan itu begitu fundamental untuk mendukung hidup lu nantinya, saat berkeluarga?

Tentu tidak.

Kita, gue pun. Selalu terlalu fokus untuk mendapat apa yang kita pengen, bukan kita butuhin.

Sederhananya, dalam lu ngatur duit pun juga kayak gitu. Hayo ngaku!

"Gue lagi BM nih tiap hari ke Starbak buat ngopi. Minggu ini gue pengen beli sepatu lucu karna bosen sama 20 pasang sepatu gue di rumah. Ah, gue mau ambil kredit IPhone bulan ini karna gue pengen banget bikin story bagus karna pake ipon." Omo~

Gahabis pikir gueeeeeeeee..


Semuanya tentang keinginan. Tapi sejenak pernah kepikiran nggak kalo semua itu harusnya bisa di rem karna kalian nggak terlalu butuh.

Sama halnya dengan pasangan.

Coba sekarang tanyain lagi deep down inside, apakah pasangan lu saat ini adalah orang yang tepat buat lu? Dia yang bener-bener lu butuhin? Atau jangan-jangan lu sama dia karena lu pengen aja gitu punya pasangan yang penampilan dan tingkah lakunya kayak gitu?

Atau lebih parahnya lu berhubungan sama dia karna emang ga ada pilihan lain aja saat jomblo dulu πŸ˜‚πŸ˜‚ (*puntennn)

Tenang,
Gue disini nggak akan marah-marahin atau ngejek kalian kok. Seperti biasanya, gue hanya sharing dari sudut pandang gue aja. Gue berusaha mengeluarkan aja isi otak gue yang daritadi muter-muter ga berenti.

Ini manusiawi kok. Kayak yang gue bilang sebelumnya, manusiawi kalo kita terlalu fokus sama apa yang kita pengen sehingga jadi lupa sama apa yang sebenernya kita butuhin.

Tapi ya nggak karena ini manusiawi dan lu menganggap ini fine fine aja ya.

Kemampuan membedakan antara apa yang  dipengen dan dibutuh ini sangat menunjang kebahagian hidup lo tauk. Karena kalo lo terlalu fokus sama apa yang lo pengen sampe ngelupain dan nggak memperhatikan apa yang sebenernya lo butuhin, bisa bisa hidup lo jadi berantakan semuanya (*ngeri amat)

Misalnya nih, dalam konteks pasangan.
Seperti Chiki yang labil pada masanya, pengen punya pasangan cowok ganteng berkacamata yang kurus tinggi kayak Sinichi Kudo (apa Conan HaHa), lalu kemudian apakah itu ngaruh ke keberlangsungan hidup Chiki secara umum? Apakah sebegitu berbedanya hidup Chiki si ABG labil (pada masanya) ini jika punya pasangan yang ya nggak kurus-kurus amat dengan tinggi standar dan nggak berkacamata? Gue yakin jawabannya NGGAK.

Yaaa mungkin ada sih poin plusnya. Ada kebanggaan tersendiri punya pasangan mirip Shinichi Kudo. Bisa dipamerin di Instagram, dibawa pas kondangan, dipamerin ke keluarga yang nanyain pacarnya mana. Tapi kan isi hidup lo bukan hanya Instagram dan kondangan gaesssπŸ˜‚

Sooo, inilah saatnya lu mikir ulang dan mendefinisikan lagi apa yang bener-bener lo butuhin, nggak fokus ke apa yang lo pengen aja.

Tapi, Chik, apa sebenernya yang dibutuh dalam hubungan percintaan??? (*huwew)

Menurut gue, definisi kebutuhan dalam hubungan dengan pasangan adalah segala sesuatu yang lo perlukan dan harus ada dalam hubungan untuk menjaga kesehatan emosi lo dan meningkatkan kualitas hidup lo.

Gini gini, mau pasangan lu seganteng Shinichi Kudo kalo dia suka ngilang gajelas terus selingkuh sama cewek lain macem Lee Tae Oh (di Drama A World of Married Couple yang super ngeselin itu), ya ngapain.

Kembali lagi teman teman yang budiman, hidup kalian tidak hanya Instagram dan kondangan yaaa...

Teruss gimana caranyaaa bisa tahu dia pasangan yang gue butuhin ato nggaak?

1. Sadar Sama Idup Lo

Nah, ini bisa lo gali pake pertanyaan-pertanyaan simple kayak:

- Apasih yang suka lo lakuin sama temen-temen lo
- ‎Obrolan macem apa yang lo suka obrolin
- ‎Kegiatan apa yang lo suka lakuin
- ‎Interaksi kayak gimana yang harus lo lakuin, yang kayak kurang aja kalo lo lewatin

Itu adalah kebutuhan MINIMAL lo dari seorang pasangan.

Gue contohin ya kayak kasus si Lee Tae Oh (tokoh drama yang paling gue sebelin -A World of Married Couple). Dia kan selingkuh, dengan alasan katanya dia seperti menemukan hidupnya kembali setelah sama si Pelakor Da Kyung itu. Dia merasa lebih hidup dan rasanya lebih seru aja gitu. Yang main-main liburan di kapal bareng temen-temen kamfretnya itu.

Karna apa coba?
(karna kamfret aja orangnya wk)


Ya karna kebutuhan MINIMAL dia belum terpenuhi. Dia merasa pasangannya ga seruu.

Maka dari itu sangat penting buat nyari pasangan yang seenggaknya seru kayak temen deket lo, yang nyambung.

"Wahhhh..sussah dong.
Gue kan gamer, suka maen game PES, ga banyak cewek yang bisa main PES."

Kan hidup elu nggak semuanya tentang game PES qaqa. Lagipula pasangan lo ga harus suka main game juga kok. Selama pasangan lo ngedengerin omongan lo dan bisa ngertiin dikit-dikit, cukup lahhh...

2. John Gottman: Love Map

Apalagi iniiii?
Love map tuh kayak peta yang lo bangun di otak mengenai apa hal-hal yang ada di hidup pasangan lo. Semakin banyak dan semakin personal hal yang bisa lo ngertiin dari hidup pasangan lo, maka semakin besar presentase hubungan lo akan bertahan sama pasangan.

Nah, biar bisa ngebangun love map yang bagus, lo harus bisa dengerin dan ngertiin sebanyak mungkin detail soal hidup pasangan lo.

Apa yang dia lakuin sekarang? Gimana kondisi dia? Apa yang jadi concern dia? Gimana kondisi emosi dia? Apa yang lagi dia suka?

Begitupun sebaliknya. Pasangan lo juga harus ngertiin itu. Karena hubungan kan dua arah.

Artinya, antara lo dan pasangan harus siap buat bercerita dan siap mendengarkan satu sama lain.

Nah kalo lo ngerasa ngobrol ama pasangan lu ga asik, gimana bisa bikin love map?

Soooo..
Komunikasikan ke pasangan atau calon pasangan (*buat para jomblo wk), apa yang lo butuhkan dalam hubungan lo dan jangan lupa dengerin juga apa yang dia butuhkan. Kalo dah nemu yaa bagusss, selamatttt, lanjutqan gaess!!

Kalo belum nemu yaudahh, cari lagi yang lain haha.

Waktu tuh unsur penting tauk dalam hubungan. Misalnya lo bertahan dalam hubungan yang sebenernya sama orang yang nggak tepat, nah ternyata ada orang disekitar lo yang ternyata tepat ehh keburu diambil sama orang lain saat lo bertahan sama yang orang nggak tepat tadi.

Tapiiiii...
Buat lo yang baru baca ini dan udah pasangan, nggak usah khawatir. Karna nggak ada kata terlambat buat berkomunikasi. Gue yakin, kalo pasangan lo orang yang tepat, dia nggak akan ninggalin lo kok, cuman gara-gara lo jadi punya tujuan dan kebutuhan yang jelas.

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar