Matrikulasi #9 Misi #2: Bekal Misi Penjelajahan Samudera Amarta

By chikitadinda - 16.46

Tulisan kali ini adalah misi kedua dari kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional batch #9 yang saya ikuti. 

Mungkin bahasannya akan spesifik digunakan dalam komunitas Ibu Profesional, tetapi menurut saya semuanya baik untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, dalam kelompok pertemanan yang kita ikuti, serta berkomunitas dan bermasyarakat di dunia nyata ataupun dunia maya. Semoga bermanfaat~

Misi 2: Persiapan Bekal Misi Penjelajahan Samudra Amarta

Setelah menyelesaikan misi pertama yaitu pre-test yang lumayan harus mereview lagi catatan sebelumnya,  di misi kedua kali ini kita harus melakukan self talk dan menuliskan tiga bekal apa saja yang akan dibawa saat melakukan penjelajahan Samudra Amarta ini.


Saat diberikan waktu untuk berfikir kira-kira bekal apa yang bisa kuangkut dalam tas penjelajahan Matrikulasi #9 ini, sebenernya susah-susah gampang. Karena layaknya kita dalam perjalanan selalu pengen bawa ini-itu dengan dalih persiapan siapa tahu nanti butuh. Tapi, karena dibatasi hanya tiga bekal saja, ini yang membuat saya harus benar-benar memikirkan bekal yang paling dibutuhkan nantinya.

Akhirnya saya memutuskan untuk membawa tiga bekal ini,

1. TIME MANAGEMENT
Saya sebenarnya diuntungkan karena bergabung dalam program Matrikulasi saat masih single. Nggak kebayang betapa hebatnya teman-teman lain yang punya kesibukan sebagai ibu yang harus membersamai anak-anaknya. 

Meskipun memang ada beberapa peran yang harus saya bagi karena selain mengikuti program Matrikulas ini juga menjadi pekerja dan mahasiswa magister. 

Bekal time management tentu sangat saya butuhkan. Harus bisa bagi waktu. Harus bisa tahu mana prioritas. Bisa bikin jadwal yang jelas biar nggak ada yang keselip dan ketinggalan. 

Semoga niat baik dari masing-masing peran yang saya ambil masih bisa bersinergi.

2. MENGOSONGKAN GELAS
Seperti yang sering disampaikan pada materi-materi live sebelumnya, “mari kosongkan gelas ketika mulai mempelajari ilmu”. Ini dapat dipahami agar saya jangan sok pintar dan sok tahu bila mengikuti "perkuliahan" di IIP. Lebih baik dengar dan serap ilmunya. Karena sikap sok tahu justru merugikan diri saya sendiri.

Meskipun apabila nantinya saat menjelajah Samudra Amarta saya menemukan beberapa hal yang sudah saya tahu sebelumnya, atau hal-hal yang saya pernah pelajari, saya harus tetap "mengosongkan gelas" karena akan selalu ada insight baru meskipun saya sudah lebih dahulu mengetahuinya.

Dalam tiga bulan kedepan, tentunya saya akan banyak bertemu dengan orang hebat dari beragam bidang. Dari perjumpaan itu pasti mendapatkan tambahan pengetahuan baru dan inspirasi atau ada juga yang tidak dapat sama sekali. Itu semua tergantung dari posisi hati.

3. PROAKTIF
Seseorang yang memiliki sikap proaktif tentu memiliki visi ke depan, memandang masa depan dengan penuh optimis, selalu aktif dan memikirkan apa yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas kehidupannya. Sikap proaktif ini cenderung mengarah pada tindakan yang positif.

Kita yang mengemudikan kemana kita akan pergi. Kita bertanggung jawab atas kebahagiaan atau ketidakberhasilan kita masing masing.

Bersikap proaktif adalah bagaimana menentukan sikap terhadap segala hal yang terjadi di sekitar kita. Bersikap proaktif adalah cara bagaimana sikap mengendalikan hidup kita, bukan malah sebaliknya.

Penerapan "bekal" sikap proaktif dalam penjelajahan ini, antara lain:
  • Bertanggung jawab terhadap tugas dan misi yang akan dihadapai tiga bulan kedepan
  • Segala tindak tanduk perilaku hasil dari pilihan sadar saya, berdasarkan nilai-nilai yang diyakini, harus tetap sesuai dengan nilai dan CoC dari Ibu Profesional
  • Berpikir sebelum bertindak 
  • Mampu mengambil keputusan yang tepat walaupun pada situasi terburuk 
  • Tidak mudah tersinggung 
  • Fokus pada hal-hal yang bisa diubah dan tidak pada hal-hal yang tidak bisa diubah 
  • Tidak menyalahkan keadaan / kondisi lingkungan 
Inti dari sikap proaktif adalah dua hal, yaitu bertanggungjawab pada apa yang diambil dan bersikap “aku bisa”!



Tiga bekal diatas sudah siap saya angkut dalam tas penjelajahan Samudra Amarta. Dilengkapi dengan beberapa hal yang sudah didapatkan di Zona 1 Pulau Harmoni,

✔ Kompas [checked]
✔ Tiket [checked]
✔ Bahan bakar [checked]
✔ Perbekalan [checked]

Waktunya bersiap untuk penjelajahan...

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

[Allahumma inni as-aluka ‘ilman naafi’a wa rizqon thoyyibaa wa ‘amalan mutaqobbalaa
“Ya Allah, aku memohon pada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang thoyyib dan amalan yang diterima” 
(HR. Ibnu Majah no. 925, shahih)

-----
#Zona1
#PenjelajahPelabuhanSamuderaAmarta
#Matrikulasi9
#InstitutIbuProfesional
#SemestaKaryaUntukIndonesia

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar