TRANSCITY HARMONY IIP MISI 1: PETUALANGAN WAHANA PERAHU KANO

By chikitadinda - 10.00

Wanita adalah pencetak peradaban, menjadi madrasah bagi anak-anaknya kelak.

Inilah yang menjadikan wanita memiliki peran yang sangat besar.

Untuk bisa melakukan peran tersebut dengan baik, tentunya saya sebagai seorang wanita harus memiliki bekal yang cukup. Bukan hanya soal kesiapan mental, tetapi juga ilmu yang baik, benar, serta bermanfaat.

Ada banyak banget cara untuk bisa dapetin ilmu. Bisa dengan sekolah formal, atau pun mengikuti beberapa kegiatan informal seperti berkomunitas.

Semenjak mengenal komunitas Institut Ibu Profesional dari kakak saya, tumbuh keyakinan dalam diri bahwa ini adalah wadah yang bermanfaat. Meskipun saya masih belum menikah, saya menjadikan ini sebagai start awal dengan masih adanya banyak waktu untuk belajar dan menuntut ilmu agar bisa menjadi ibu profesional nantinya.


“Ibu Profesional adalah perempuan yang bangga berperan sebagai pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya, serta senantiasa memantaskan diri dengan berbagai ilmu agar bisa bersungguh-sungguh mengelola keluarga sekaligus mendidik anak-anaknya dengan kualitas optimal.”




Bagi saya menjadi Ibu merupakan karir tertinggi seorang wanita. Untuk menjalani karir tersebut saya membutuhkan bimbingan mentor dan dukungan rekan sejawat. Matrikulasi menjadi salah satu tahap yang harus saya lewati agar dapat bermetafortosa menjadi Bunda Shaliha bagi anak–anak saya kelak.

Untuk bisa mengikuti sampai dengan kelas Bunda Shaliha, maka tidak bisa langsung masuk ke jenjang perkuliahan tersebut. Secara bertahap, saya harus melewati dan mendapatkan kelulusan di jenjang-jenjang sebelumnya, seperti Matrikulasi, Perkuliahan Bunda Sayang, Bunda Cekatan, dan Bunda Produktif. Kelas-kelas tersebut hanya dibuka setahun sekali. Jadi, saya pribadi memang harus benar-benar bisa belajar secara proaktif untuk mengikuti rangkaian prosesnya.

Tahun depan, InsyaAllah saya hendak mengikuti kelas Matrikulasi Batch 9. Ini adalah langkah awal untuk perjalanan panjang menuntut ilmu hingga memasuki kelas Bunda Shaliha. 

Pada perjalanan mengikuti serangkaian proses perkuliahan di IIP tentu akan saya temui satu atau dua hal yang menjadi ganjalan pada diri atau kurang sejalan dengan nilai-nilai yang ada pada tubuh IIP. Akan tetapi, saya tetap berpedoman pada tujuan awal saya memutuskan bergabung, yaitu garis finish sesungguhnya, menimba ilmu agar bisa berperan sebagai madrasah pencetak peradaban dengan maksimal.


#PetualanganWahanaPerahuKano
#WisatawanHotelBahagia
#TranscityHarmoni
#InstitutIbuProfesional

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar