#BacaBuku "Eating Clean: 20 Langkah Mudah Membiasakan Makan Sehat"

By chikitadinda - 00.22

Selamat Hari Raya Idul Fitri semuanyaaaa..
Mohon maaf lahir batin ya kalo selama ini ada kata dan perbuatan yang kurang berkenan.

Anyway,
Gue hadir kembali untuk membuat hastag baru yaitu #BacaBuku buat berbagi ke kalian buku apa yang menurut gue menarik untuk dibaca.

Kali ini gue mau cerita soal buku Eating Clean dari Ibu Inge Tumiwa. Sebenernya gue udah tau buku  ini dari awal-awal boomingnya. Warnanya menarik banget di rak Gramedia. Tapi karna gue ini pemilih (baca: perhitungan), jadinya nggak kebeli juga HAHA.

Sampe akhirnya ternyata sodara punya dan gue langsung pinjem. Cuma butuh waktu semalem buat melahap isi buku ini karna emang halamannya cuma 176 dan bahasanya enak banget buat dibaca. Sebenernya kalo gue jujur, gue nulis di blog biar gue punya salinan isinya dan bisa gue baca lagi di lain waktu wkwk. Jadi mungkin tulisan ini bakalan spoiler banget dan merangkum sebagian besar isi buku. Buat kalian yang pemilih seperti gue, bakalan sangat terbantu.





Awal mula Bu Inge memutuskan untuk menjalani pola makan Eating Clean ini karna semua anggota keluarganya mengalami sakit parah. Anak laki-lakinya yang baru umur 10 tahun dinyatakan obesitas (dengan BB 70kg); suaminya punya kadar kolesterol, asam urat, dan gula darah yang menghawatirkan; anak keduanya yang usia 5 tahun mengalami eczema (asma kulit); dan juga beliau sendiri yang melakukan pengangkatan tyroid dan membuat hormonnya tidak seimbang (jerawat, rambut rontok, nyeri dan ngilu persendian dan tulang, pembengkakan badan, kram tanpa sebab, dehidrasi, gagal pencernaan, infeksi usus, glucose intolerance, infeksi rahim, susah tidur, dan masih banyak lagi...). Sumpah, gue sampe geleng-geleng bacanya.

Karena musibah itulah, dengan segala buku bacaan dan konsultasi ke dokter akhirnya beliau mengubah pola makan dan memilih Eating Clean ini.

Garis besar isi buku ini adalah langkah-langkah yang harus ditempuh untuk menjalankan pola Eating Clean yang berjumlah duapuluh (tapi gue sebutin sepuluh aja deh), yaitu:

1. Berhenti Berteman dengan Makanan Proses

Makanan proses itu ya produk-produk industri kayak yogurt, makanan kaleng, sosis, nugget, wahh banyak sekaliii yang pengolahannya di proses dulu di pabrik. Biasanya makanan kayak gini mengandung bahan-bahan buatan dan tambahan (zat warna, pemanis, perasa, pengawet) yang mengandung kalori kosong (nggak ada nutrisinya sama sekali, cuma nambah kalori).

2. Berhenti Makanan Cepat Saji

Makanan cepat saji ato fast food macem mekdi dan kawan-kawannya ini memang dari awal kita sadar ya kalo makan ini nggak sehat (tapi tetep dimakan). Bahan dasar makanan fast food ini umumnya murah karna ditanam atau diternak secara massal menggunakan pestisida dan hormon buatan dalam proses penanaman dan peternakannya. Selain itu, mereka menggunakan makanan proses yang mengandung banyak gula, sodium dan bahan perasa serta pengawet yang gue nggak bisa bayangin gimana kalo masuk ke perut kita. NGERI.


3. Hindari Gula

Ini agak ekstrem sih, karna bener-bener menghindari konsumsi gulla dengan segala macam bentuk apapun. Gula sebenernya hanya mengandung kalori saja tanpa nutrisi. Menurut para ahli, tubuh manusia sebenarnya tidak memerlukan banyak gula. Kelebihan gula bakalan bikin jadi lemak dan menambah berat badan serta merusak organ hati. Dampak jangka panjang mengkonsumsi gula berlebih adalah perubahan palet rasa pada lidah, kenaikan berat badan (obesitas), ketidakstabilan gula darah, stres/depresi, bahkan memicu penyakit kronis macem diabetes, jantung dan kanker. Bye bye minuman kalengan dan segala macam botol yang terpampang indah di kulkas indomart.

4. Ganti Nasi Putih dengan Nasi Merah

Nyatanya, nasi putih yang selalu kita makan karna 'belum makan kalo belum makan nasi' ini ternyata sudah melewati proses pembersihan (bleaching) yang membuat kulit ari serta nutrisi pentingnya ikut ilang. Sama seperti sumber karbohidrat lainnya, nasi putih mengandung kadar gula tinggi tapi minim nutrisi. Solusinya? Beralih ke nasi merah/nasi coklat karna serta di kulit arinya masih nempel. Hal itu yang buat nasi merah/coklat lebih baik karna dicernanya lebih lama sehingga proses penyerapan glukosanya lebih lambat.

5. Berteman dengan Serat

Serat ini pada dasarnya diperoleh dari sayuran, buah, biji-bijian dan kacang-kacangan. Menurut ajaran Eating Clean, sayurannya harus diolah dengan benar juga. Big no sama sayuran kuah bersantan, dimasak terlalu lama dan banyak menteganya. Sebaik-baiknya sayuran adalah sayuran SEGAR. Konsumsi jus sayuran maupun buah yang alami buatan kita sendiri, bukan jus kemasan yang ada di supermarket karna sekali lagi mengandung GULA.

6. Ganti Lemak Jahat dengan Lemak Baik

Gue yang selama ini menganggap bahwa lemak semuanya jahat ternyata terlalu berlebihan. Mohon maaf jika menyakiti lemak baik, karna sesungguhnya lemak yang ada di kacang-kacangan (almond, walnut, pecan, pstacho, mede) yang natural tidak digoreng dan tidak diberi bumbu itu baik. Lemak di alpukat, ikan salmon, ikan tuna itu juga menyehatkan. Hindari macam lemak yang dibuat oleh manusia melalui proses pengolahan modern kayak minyak jagung, minyak kedelai, minyak bunga matahari. Kenapa? Karna minyak modern ini diprosesnya menggunakan bahan kimia ada panas tinggi yang menghilangkan kandungan lemak baiknya. Selain itu, biji-bijian yang digunakan ini sudah dimodif bibitnya sehingga kandunannya tidak sama lagi dengan tanaman aslinya.

7. Hindari Makanan Yang Digoreng

Berlimpahnya jenis makanan yang digoreng yang dijual di gorengan budhe, membuat jumlah konsumsi makan gorengan bertambah. Padahal, kebiasaan makan makanan yg digoreng ini dapat meningkatkan lemak jahat yg ada di dalam minyak yang digunakan untuk menggoreng (yg biasanya digunakan berkali kali). Selain itu, ternyata menggoreng makanan terutama jenis karbohidrat seperti krntang dapat meningkatkan zat yg memicu kanker.

8. Minum Air Putih

Minuman manis, baik yg kemasan maupun buka hanyalah penyumbang kalori kosong karna mengandung banyak gula dan tidak memiliki nutrisi sama sekali. Untuk kesehatan, minum air putih dapat berguna intuk kesehatan dan kelangsungan hidup. Kalo mulai bosen dengan air putih yg itu itu aja, bisa dimodif dengan menambanhkan buah buahan (yang segar) sebagai infused water.

9. Kurangi Konsumsi Susu dan Produk Makanan yang Terbuat dari Susu (Dairy Product)

Ini nih yang susah, bagi gue yg penggemar susu kedelai merk V-Soy, ternyata nggak bagus juga. Selain itu juga kemasan, ternyata susu yg digembor2kan memiliki khasiat yg baik itu ternyata hanya korban iklan. Menjauhlah dari segala produk yg dinamakan susu karna in8 hanyalah gula, gula, gula (dg kadar lemak yg tinggi!). Susu segar pun, nyatanya jg tidak baik karna memiliki resiko terkontaminasi bakteri yg lebih besar daripada susu kemasan karna tidak disterilosasi terlebih dahulu.

10. Biasakan Makan Dengan Cara Sehat

Pola makan eating clean ini tidak hanya menganjurkan untuk makan makanan yg tinggi serat, air dan nutrisi yg diolah secara sehat, tapi jg menganjurkan kita untuk membiasakan diri makan dg cara yg sehat. Caranya? Dengan makan 5x sehari, yaitu sarapan pagi cemilan sehat pagi, makan siang, cemilan sehat sorr hari, dan makan malam. Makan juga harus teratur pada jam yg ditentukan dan jangan menunggu lapar. Selain itu, jangan biasain makan setelah jam 7 malam. Bukan karna menghindari kalori yg masuk tapi karna kebiasaan makan malam hari ini merubah jam biologi tubuh yg seharusnya istirahat di malam hari. Makan dengan cara yg sehat juga dengan menghidangkan makanan langsung pada piring makan setiap anggota keluarga dan tidak menyediakan makanan tambahan di tengah. Hal ini dilakukan untuk mengurangi kebiasaan menambah makanan.

Gimana?
Udah cukup takut belum dengan sepuluh langkah yang gue jelasin kalo misal nggak kalian terapin ke pola makan kalian?

Gue sih berharapnya dengan gue share (yang cuman) separo ini bisa bermanfaat buat kalian semua dan jadi lebih aware dengan makanan/produk apa yang masuk ke sistem pencernaan kita semua.

Dengan begitu, kalian jadi sadar kan kalo sehat itu mahal?

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar