Tahapan Perkembangan Bayi Tahun Pertama

By chikitadinda - 10.41

Di bawah ini menunjukkan tahap perkembangan umum yang dicapai oleh seorang bayi pada tahun pertama mereka. Namun, patut diingat bahwa perkembangan setiap bayi berbeda satu dengan yang lainnya. Tergantung pada kemampuan, asupan gizi, dan stimulasi yang didapatkan bayi tersebut.

Tahapan perkembangan bayi dari bulan ke bulan ini yang dapat diperhatikan untuk memantau tumbuh kembang si kecil.




Bulan 1: 
Motorik kasar >> menggerakkan kepala dari sisi ke sisi
Motorik halus >> dapat menggenggam dengan erat
Bahasa-kognitif >> senang menatap tangan dan jemari
Sosial >> menaksir gerakan dengan mata

Bulan 2:
Motorik kasar >> menahan kepala dan leher saat tengkurap
Motorik halus >> membuka dan menutup tangan
Bahasa-kognitif >> mulai senang bermain dengan jari
Sosial >> merespon dengan senyum

Bulan 3:
Motorik kasar >> menyentuh dan menangkap benda
Motorik halus >> menggenggam benda dengan tangannya
Bahasa-kognitif >> mengoceh pelan
Sosial >> menirukan ketika anda menjulurkan lidah

Bulan 4:
Motorik kasar >> mendorong lengan saat tengkurap
Motorik halus >> menangkap benda dan mendapatkannya
Bahasa-kognitif >> tertawa keras
Sosial >> senang bermain dan menangis jika permainan berhenti

Bulan 5:
Motorik kasar >> mulai senang berguling dari satu sisi ke sisi yang lain
Motorik halus >> belajar memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lain
Bahasa-kognitif >> senang menggelembung-gelembungkan ludah
Sosial >> mulai dapat mengenali ayah dan ibu, dan menangis jika tidak ada di sisinya

Bulan 6:
Motorik kasar >> senang berguling-guling terus
Motorik halus >> menggunakan tangan untuk menggaruk benda kecil
Bahasa-kognitif >> berceloteh
Sosial >> mengenali wajah-wajah yang familiar

Bulan 7:
Motorik kasar >> bergerak untuk mulai merangkak
Motorik halus >> belajar menggunakan jemari
Bahasa-kognitif >> mengoceh dengan lebih kompleks
Sosial >> merespon ekspresi dan emosi orang lain

Bulan 8:
Motorik kasar >> mulai dapat duduk tanpa dukungan
Motorik halus >> bertepuk tangan
Bahasa-kognitif >> merespon kata-kata yang akrab, misalnya saat anda memanggil namanya
Sosial >> bermain permainan interaktif seperti ciluk ba

Bulan 9:
Motorik kasar >> mulai mencoba merangkak dan menaiki tangga
Motorik halus >> menjepit dan mencengkeram
Bahasa-kognitif >> mempelajari objek permanen
Sosial >> gelisah saat ditengah-tengah orang asing

Bulan 10:
Motorik kasar >> mulai dapat berdiri
Motorik halus >> menyusun dan mengatur mainan
Bahasa-kognitif >> dapat melambaikan tangan seperti saat mengucapkan selamat tinggal atau “dadah”
Sosial >> mulai mempelajari hubungan sebab akibat. Misalnya, “aku menangis, ibu akan datang”.

Bulan 11:
Motorik kasar >> mulai berjalan dengan bantuan benda disekitarnya
Motorik halus >> membalik halaman buku yang anda baca
Bahasa-kognitif >> mengucapkan “mama” dan “papa” atau panggilan orangtua
Sosial >> menggunakan peralatan makanya untuk menguji reaksi anda

Bulan 12:
Motorik kasar >> berdiri tanpa bantuan dan mulai melangkah satu demi satu
Motorik halus >> membantu anda saat anda memakaikan bajunya
Bahasa-kognitif >> mengucapkan 2-3 kata yang sering anda ucapkan
Sosial >> menirukan gerakan yang sering anda lakukan, seperti pura-pura berbicara ditelpon

Rencana stimulasi anak usia 0-2 tahun

Memiliki anak bayi berusia 0-2 tahun atau balita dalam keluarga dapat menghabiskan banyak waktu. Mereka bergantung pada pengasuh atau orang tua mereka untuk hampir semua hal, dan mereka berubah hampir setiap hari. Pengasuh perlu terus menyesuaikan dan belajar dari anak-anak ketika mereka menemukan hal-hal baru tentang diri mereka sendiri, keluarga mereka, dan dunia di sekitar mereka.

Pada tahun-tahun awal ini, dapat menetapkan pola keterikatan yang mendalam, kepercayaan, dan hubungan yang kuat melalui cara mereka berinteraksi dengan anak mereka, bagaimana mereka menanggapi perilaku anak mereka, dan bagaimana mereka memperkenalkan bayi dan anak mereka. 

Berikut ini adalah rencana stimulasi yang dapat dilakukan untuk anak usia lahir hingga 2 tahun:

a. Stimulasi Intelektual
Pencapaian yang di Harapkan
  • Bayi dan balita belajar dengan mengeksplorasi dengan tangan dan mulut mereka. Mereka membenturkan, melempar, menjatuhkan, mengocok, dan memasukkan barang ke dalam mulut mereka. Berbicara dimulai dengan mengoceh, yang mengarah pada belajar secara bertahap untuk mengatakan dan menanggapi kata-kata dan frasa sederhana. 
  • Pada usia 2, seorang anak biasanya akan memiliki kosakata 50 kata. Saat mereka belajar berbicara, mereka akan menggunakan kalimat dua dan tiga kata, seperti “Lebih banyak jus,” “Saya ingin kue,” dan “Naik, naik.”
Cara Merespon
  • Beri anak-anak akses ke benda sehari-hari yang aman yang dapat mereka mainkan dan, seiring waktu, belajar menggunakannya. Ini bisa termasuk sendok, gelas plastik, sisir, dan mainan yang sesuai usia.
  • Biasakan membaca dengan suara keras (terdengar) bersama anak ayah bunda. Dorong mereka untuk berinteraksi dengan buku bergambar.
  • “Berpikir keras” saat ayah bunda bersama bayi atau balita (menggunakan bahasa yang sesuai!). Mereka menyerap kata-kata ketika mereka mendengarnya.

b. Stimulasi Emosional
Pencapaian yang di Harapkan
  • Anak-anak tersenyum dan terkikik ketika mereka menginginkan sesuatu yang lebih. Mereka menoleh, memejamkan mata, atau menangis ketika mereka menginginkan sesuatu yang lebih sedikit.
  • Menangis adalah sarana komunikasi utama ketika kebutuhan bayi dan balita tidak terpenuhi. Itu bukan tanda perilaku buruk atau manipulasi.
  • Anak-anak kecil belajar mengelola emosi mereka melalui cara mengasuh orang dewasa dan orang lain menanggapi mereka secara positif, dapat diandalkan, dan menunjukkan bahwa mereka menikmati kebersamaan.
Cara Merespon
  • Jadilah sekonsisten mungkin dalam cara menanggapi kebutuhan anak ayah bunda dengan cara yang positif. Mereka akan belajar bahwa mereka dapat mempercayai dan bergantung pada ayah bunda untuk memenuhi kebutuhan mereka.
  • Bantu anak menenangkan diri dengan memenuhi kebutuhannya (makanan, tidur, mengganti popok), mengeluarkannya dari situasi yang membuat stres, atau menghiburnya.
  • Jika ayah bunda mengalami depresi, stres berat, atau masalah lain yang mengganggu kehadiran anak, cari bantuan dari seorang profesional. Mintalah orang lain untuk berada di sana untuk ayah bunda dan sang anak juga.

c. Stimulasi Fisik
Pencapaian yang di Harapkan
  • Anak-anak pertama-tama akan belajar mengangkat kepala. Sedikit demi sedikit, mereka akan belajar berguling dan duduk (biasanya enam bulan).
  • Biasanya pada usia 24 bulan, anak-anak belajar merangkak, kemudian merangkak, menarik diri, berjalan sambil berpegangan pada furnitur, berdiri, dan kemudian berjalan dua atau tiga langkah tanpa bantuan.
  • Pada usia 24 bulan, anak-anak dapat mulai berlari, menendang bola, dan berjalan naik turun tangga (sambil memegang tangan seseorang).
  • Anak kecil mungkin terkena banyak virus atau infeksi yang menyebar. Ketika mereka melakukannya, mereka membangun kemampuan tubuh mereka untuk melawan infeksi di masa depan.
Cara Merespon
  • Menyediakan lingkungan yang aman di mana bayi dan balita dapat mengeksplorasi dan membangun keterampilan motorik mereka.
  • Ikuti rekomendasi penyedia layanan kesehatan tentang pemeriksaan rutin, imunisasi, dan nutrisi.
  • Sediakan mainan dan benda aman lainnya yang menantang anak untuk mengembangkan otot dan keterampilan motoriknya. Fokus pada mainan atau benda yang mereka minati, meskipun itu bukan mode terbaru
d. Stimulasi Sosial
Pencapaian yang di Harapkan
  • Anak kecil belajar menggunakan senyuman, tangisan, dan ekspresi lain untuk membangun hubungan dengan orang tua dan orang lain, membimbing mereka pada apa yang diinginkan atau dibutuhkan anak. Respon positif memperkuat pertumbuhan.
  • Anak kecil meniru ekspresi wajah, dan bahkan mengembangkan senyuman pada usia tiga bulan.
  • Bayi dan balita merespons perubahan perilaku, ekspresi wajah, dan emosi orang lain. Mereka belajar berinteraksi saat orang lain merespons dengan tepat apa yang mereka lakukan.
  • Balita akan bermain secara paralel — di dekat anak lain, tetapi tidak dengan anak itu.
Cara Merespon
  • Matikan elektronik sehingga ayah bunda dapat benar-benar menikmati cekikikan, kontak mata, dan bisikan, tertawa bersama, menggemakan suara mereka, dan berbicara dengan mereka tentang apa yang terjadi.
  • Temukan cara untuk secara teratur memberikan perhatian penuh kepada anak. (Itu bisa sulit ketika ayah bunda begitu sibuk mengurus semuanya.)
  • Perkenalkan anak ayah bunda kepada orang lain, tetapi jangan membanjiri mereka dengan mengharapkan mereka untuk dilewatkan dan dikagumi (kecuali jika mereka menyukainya). Tanggapi isyarat mereka sehingga mereka belajar bahwa hubungan bisa menyenangkan dan aman, tidak berlebihan.

e. Stimulasi Spiritual
Pencapaian yang di Harapkan
  • Bayi dan balita mengungkapkan keheranan, kegembiraan, dan kesedihan tentang apa yang mereka lihat dan alami. Mereka hidup di saat ini. Ini dapat menanam benih untuk memelihara spiritualitas mereka.
  • Melalui keterikatan mereka pada pengasuhan orang dewasa dan orang lain, bayi belajar bahwa mereka dapat mempercayai dunia di sekitar mereka. Ini meletakkan dasar untuk bersikap terbuka terhadap kebaikan, kesucian, dan keilahian (jika itu bagian dari budaya keluarga).
Cara Merespon
  • Tanggapi secara positif keingintahuan mereka tentang dunia. Biarkan mereka membantu ayah bunda menemukan kembali keajaiban diri sendiri tentang hal-hal yang mungkin tidak diperhatikan dalam beberapa saat.
  • Perkenalkan mereka pada musik, ritual, pemandangan, cerita, suara, dan benda-benda yang penting bagi praktik spiritual atau tradisi keagamaan keluarga ayah bunda.
  • Berpartisipasi sebagai sebuah keluarga dalam ritual dan praktik yang melibatkan panca indera.

Contoh Kegiatan Stimulasi Anak 0-2 Tahun Berdasar Usia

Kegiatan stimulasi anak usia 0-2 tahun juga dapat dilakukan sesuai usia tumbuh kembangnya, kita mulai dari usia lahir sebagai berikut:

1. Usia 0-3 bulan
Anak mengembangkan kemampuan merasakan, mendengar, melihat dan menggerakkan tubuhnya, dengan ciri-ciri perkembangan bahwa anak mampu:
  • Tengkurap-terlentang sendiri
  • Menatap benda-benda disekitarnya
  • Bersuara/bergumam dan tersenyum spontanMengangkat kepala dan dada ketika ditengkurapkan
  • Menegakkan kepala ketika didudukkan
  • Menggerakkan kepala ke kiri dan ke kanan
  • Tertawa/berteriak
Respon kegiatan stimulasi yang dapat dilakukan oleh orang tua:
  • Memeluk, mencium, menimang dan mengayun bayi
  • Menggulingkan bayi ke kanan dan ke kiri
  • Mengajak bayi tersenyum, berbicara dan bersenandung
  • Gendong bayi menghadap depan
  • Memangku sambil berbicara dan memperlihatkan mainan
!! Standar Tingkat Pencapaian Anak 0-3 Bulan yang meliputi enam aspek perkembangan !!

1. Nilai Agama dan Moral: mendengar berbagai do’a, lagu religi, dan ucapan baik sesuai dengan agamanya

2. Fisik Motorik
- Motorik Kasar
a. Berusaha mengangkat kepala saat ditelungkupkan
b. Menoleh ke kanan dan ke kiri
c. Berguling (miring) ke kanan dan ke kiri
- Motorik Halus
a. Memiliki refleks menggenggam jari ketika telapak tangannya disentuh
b. Memainkan jari tangan dan kaki
c. Memasukkan jari ke dalam mulut
- Kesehatan dan Perilaku Keselamatan
a. Berat badan sesuai tingkat usia
b. Tinggi badan sesuai tingkat usia
c. Berat badan sesuai dengan standar tinggi badan
d. Lingkar kepala sesuai tingkat usia
e. Telah diimunisasi sesuai jadwal

3. Kognitif
- Mengenali lingkungan di sekitarnya
a. Mengenali wajah orang terdekat (ibu/ayah)
b. Mengenali suara orang terdekat (ibu/ayah)
- Menunjukkan reaksi atas rangsangan: memperhatikan benda bergerak atau suara/mainan yang menggantung di atas tempat tidur

4. Bahasa
Mengeluarkan suara untuk menyatakan keinginan atau sebagai reaksi atas stimulan
a. Menangis
b. Berteriak
c. Bergumam
d. Berhenti menangis setelah keinginannya terpenuhi (misal: setelah digendong atau diberi susu)

5. Sosial Emosional
a. Menatap dan tersenyum
b. Menangis untuk mengekspresi kan ketidak nyamanan (misal, BAK, BAB, lingkungan panas)

6. Seni
a. Mampu membedakan antara bunyi dan suara: menoleh pada berbagai suara musik atau bunyi-bunyian dengan irama teratur
b. Tertarik dengan suara atau musik
- Mendengar, menoleh, atau memperhatikan musik atau suara dari pembicaraan orang tua/orang di sekitarnya
- Melihat obyek yang diatasnya
c. Tertarik dengan berbagai macam karya seni: melihat ke gambar atau benda yang ditunjukkan 30 cm dari wajahnya

2. Usia 3-6 bulan
Anak mampu mengkoordinasikan panca inderanya untuk mengenali benda-benda dan orang-orang sekitarnya, dengan ciri-ciri perkembangan bahwa anak mampu:
  • Duduk dengan bantuan
  • Merangkak
  • Memegang benda dengan dua tangan
  • Memasukkan benda-benda ke mulutnya
  • Memindahkan benda dari tangan kanan ke tangan kiri dan sebaliknya
  • Menoleh ke sumber suara
  • Meraih mainan ketika diterlentangkan
  • Tersenyum apabila diajak bermain orang lain
Respon kegiatan stimulasi yang dapat dilakukan oleh orang tua:
  • Memperdengarkan bunyi-bunyian
  • Bermain cilukba, melihat wajah di cermin
  • Mengayunkan benda untuk melatih fokus pandangan anak
  • Memberian mainan yang dapat diraih dengan cara merangkak
  • Memberikan benda-benda yang dapat diraih anak (misalnya kotak kecil, bola dan boneka yang lembut)
  • Menimang dan bersenandung
3. Usia 0-9 bulan
Anak memperlihatkan perkembangan fisik untuk melakukan kegiatan berdiri, merambat, dan mulai berjalan, dengan ciri-ciri perkembangan bahwa anak mampu:
  • Menggerak-gerakkan mainan, membanting
  • Mengambil dengan tangan kanan dan kiri
  • Bersuara ma….ma….da..da..ta..ta
  • Menjimpit
  • Duduk seimbang
  • Bertepuk tangan
  • Berdiri dengan berpegangan dan berjalan merambat
  • Menyentuh dan mengeksplorasi bagian-bagian tubuhnya
  • Melambaikan tangan, tersenyum dan merespon bila dipanggil namanya
Respon kegiatan stimulasi yang dapat dilakukan oleh orang tua:
  • Menunjukkan gambar-gambar dan menyebutkan nama gambar
  • Membacakan dongeng
  • Memberi mainan untuk digenggam
  • Menyediakan benda-benda kecil yang aman bagi anak (misalnya kismis) untuk dijimpit
  • Mengajak bernyanyi dan bertepuk tangan

4. Usia 9-12 bulan
Anak mulai berlatih mandiri seperti memegang sendok dan gelas dengan bantuan orang dewasa. Anak mulai tergantung pada satu pengasuh, dengan ciri-ciri perkembangan bahwa anak mampu:
  • Menggunakan sendok dan minum sendiri dengan dua tangan memegang gelas
  • Berdiri lepas dengan badan tegap
  • Berjalan dengan bantuan
  • Memasukkan mainan ke cangkir
  • Tertawa dan bermain dengan orang lain
  • Menunjuk dan meminta
Respon kegiatan yang dapat dilakukan oleh orang tua:
  • Memanggil namanya dan mengajaknya melambaikan tangan
  • Meletakkan anak pada tempat yang dapat dijadikan pegangan untuk berdiri (misalnya meja, kursi yang kokoh)
  • Mengajak anak bermain dan bertepuk tangan dengan posisi duduk
  • Mengajari anak makan sendiri menggunakan piring dan sendok
  • Memberikan kesempatan anak minum sendiri menggunakan gelas plastik kecil

5. Usia 12-18 bulan
Anak mulai berjalan bantuan dan berlari, mengucapkan 1 kata atau lebih dan mengetahui maknanya, dengan ciri-ciri perkembangan bahwa anak mampu:
  • Berjalan tanpa bantuan orang lain
  • Naik turun tangga dengan berpegangan
  • Berlari
  • Mencorat-coret ketika diberikan alat tulis
  • Meremas kertas
  • Membuka-buka lembar
  • Mengambil benda kecil dengan ujung ibu jari dan jari telunjuk
  • Menyatakan 1 kata atau lebih dan tahu artinya
Respon kegiatan stimulasi yang dapat dilakukan oleh orang tua:
  • Memberikan berbagai macam jenis kertas untuk dirobek dan diremas (dapat menggunakan berbagai kertas bekas yang bersih difungsikan untuk diremas-remas)
  • Mengajak anak menyanyi dengan bertepuk tangan dan menggerakkan badan
  • Mengajari anak berjalan dengan alas kaki dan tanpa alas kaki
  • Mendampingi anak naik turun tangga
  • Mengajak bicara dengan kata-kata yang jelas pada anak

6. Usia 18-24 bulan

Anak dapat berjalan, berlari dan menyatakan dengan 2 kata atau lebih dan bermakna. Anak dapat melakukan kegiatan yang bersifat pribadi seperti ke kamar mandi, mengenakan pakaian dan sepatu, dengan ciri-ciri perkembangan bahwa anak mampu:
  • Menarik, memutar, mendorong benda-benda disekitarnya
  • Mengenal benda dengan perabaan (kasar dan halus)
  • Mengenal suara-suara orang disekitarnya
  • Menunjukkan dan menyebut nama bagian tubuh
  • Menyatakan 2 kata yang bermakna
  • Mengerti 1 perintah
  • Mengenal dan menyebutkan nama benda
  • Bertepuk tangan dan menggoyangkan tubuh mengikuti irama
  • Melompati garis dengan dua kaki
  • Suasana hatinya sering berubah-ubah
Respon kegiatan stimulasi yang dapat dilakukan oleh orang tua:
  • Mengajak anak bercakap-cakap
  • Anak diminta menyebutkan bagian-bagian tubuh
  • Menyentuhkan anak pada berbagai permukaan benda dan sebutkan (misalnya, "Adi, ini kasar, dan ini halus")
  • Memberikan pilihan kegiatan lain/alihkan jika sekiranya anak melakukan tindakan yang membahayakan/merusak.

----
Referensi:
Black, Maureen M, Susan P Walker, Lia C H Fernald, Christopher T Andersen, Ann M DiGirolamo, Chunling Lu, Dana C McCoy, et al. “Early Childhood Development Coming of Age: Science through the Life Course.” The Lancet 389, no. 10064 (January 2017): 77–90. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(16)31389-7.

Gladstone, Melissa, John Phuka, Shirin Mirdamadi, Kate Chidzalo, Fatima Chitimbe, Marianne Koenraads, and Kenneth Maleta. “The Care, Stimulation and Nutrition of Children from 0-2 in Malawi—Perspectives from Caregivers; ‘Who’s Holding the Baby?’” Edited by Grace C. John-Stewart. PLOS ONE 13, no. 6 (June 27, 2018): e0199757. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0199757.

  • Share:

You Might Also Like

0 comments