Ramadhan Starter Pack For Muslimah - Fikih I'tikaf bagi Muslimah

By chikitadinda - 17.00

Pemateri: Ustadzah Ishmahsarah Nur Alim, B.Ed. hafizhahallaah

Meraih takwa tidak terkhusus laki-laki, tetapi perempuan pun juga.

Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman), “Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki maupun perempuan, (karena) sebagian kamu adalah (keturunan) dari sebagian yang lain. Maka orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang terbunuh, pasti akan Aku hapus kesalahan mereka dan pasti Aku masukkan mereka ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, sebagai pahala dari Allah. Dan di sisi Allah ada pahala yang baik.”
(Q.S. Ali Imran: 195)

→ Itikaf: 10 hari terakhir ramadhan


Hukum itikaf: (Syaikh Abdul Aziz bin Baz)
→ sunah bagi laki2 dan perempuan
→ Itikaf bisa bersama suami maupun sendiri
→ Tempat: wajib di masjid yg didirikan didalamnya shalat jamaah

I’tikaf ummahatul mukminin:
Aisyah radhiallahu’anha berkata, “Seseungguhnya Nabi SAW biasaynya beritikaf pada sepuluh malam terakhir ramadhan, sampai Allah wafatkan. kemudian istri2nya beritikaf setelah itu. (HR Bukhari 2026 dan Muslim 1172)

Adab itikaf bagi wanita:
  • Meminta izin pada suami/wali
    Married: wajib meminta izin pada suami sebelum itikaf
    Single: meminta izin pada orang tua atau wali sebelum itikaf
  • Wanita suci dan istihadah boleh itikaf
    suci dan istihadah: boleh, ttp harus dijaga kesuciannya (beberapa lapis pakaian, pastikan tidak membuat masjid terkena darah istihadah)
    haid dan nifas: tidak boleh
  • wajib di masjid (al baqarah 187)
    melihat akomodasi masjid khusus perempuan
Mubah ketika itikaf:
  • keluar masjid untuk urusan mendesak
  • mengeluarkan sebagian anggota badan dari masjid
  • makan minum tidur di masjid
  • bermuamalah selain jual beli
  • menggunakan minyak rambut, parfum dll (tapi harus diperhatikan tempat2 yg rawan spt tempat2 yg berbaur dg laki-laki)
Pembatal itikaf:
  • hubungan biologis
  • keluar masjid tanpa kebutuhan
  • haid dan nifas
  • gila atau mabuk
Amalan-amalan:
  • berdzikir
  • membaca al quran
  • banyak2 sholat sunah

QnA:

  1. tarawih akhwat di rumah walau tidak berjamaah lebih utama. untuk menghidupkan malam bagaimana?
    yg disunahkan qiyamul lail salah satunya tarawih dg jamaah di masjid. hukumnya bagi laki2 sunah muakad dan sangat dianjurkan qiyamul lail berjamaah di masjid. Jika untuk perempuan di rumahnya lebih baik. Maka tarawih lebih baik dirumah walaupun itu sendiri. Jika ingin menghidupkan lagi bersama2 anggota keluarga perempuan lain. untuk itikaf sendiri merupakan ibadah beda dari sholat malam. maka wanita ingin mendapatkan keutamaan itikaf maka haarus di masjid, shg tarawih jg di masjid. Tapi jika ingin mendapatkan keutamaan qiyamul lail maka di rumah saja.
  1. Bolehkah itikaf di malam saja karena siang harus mengajar
    boleh. itikaf bisa dilakukan walau 1 jam.
  1. selama itikaf boleh menonton kajian dan tidak menggnaggu jamah lain?
    insyaallah boleh jika kajian islami dan diniatkan sbg jalan mendekatkan dan ibadah menuntut ilmu, dan tidak mengganggu jamaah lain
  1. kriteria masjid spt apa? apakah harus ditegakkan sholat jumat disana?
    ada bbrp pendapat ulama:
    jumhur: masjid=sehari2 dilakukan sholat jamaah untuk lebih amannya dilakukan untuk sholat jumat. khawatirnya jika masjid untuk jamaah saja (tnp sholat jumat) di kategorikan mushola.
  1. dikala itikaf sambil mencari donasi apakah boleh?
    salah satu hal yg mubah adalah bermuamalah kecuali transaksi jual beli termasuk donasi. amannya tidak dilakukan. Dilakukan saja diluar masjid. dilihat juga urgensinya.
  1. apa boleh akhwat itikaf di surau?
    boleh asal surau tsb di pakai sholat jamaah. Karena surau kecil perlu diperhatika akomodasinya. Apakah dipisah laki2 perempuan dll.

  2. ketika muslimah tidak memungkinkan itikaf di masdjid apakah ada ibadah yg bisa menggantikan/senilai dg itikaf?
    kita bisa lakukan apa yg kita lakukan (bertaqwa kpd Allah semampu kalian) pentingnya mengenal diri sendiri, mengenal peran. Bisa cari keutamaan dari peran. Misal istri: menyiapkan makan suami yang harus fokus: amalan2 wajib dulu (sholat tepat waktu/jamaah)

  3. ditempat saya itikaf ada digilir ibu2 menyiapkan konsumsi, tp jadi mengurangi kekhusuan ibadah, terlebih yg menyiapkan konsumsi. Bagaimana?
    sebenarnya ada keutamaannya juga, para ibu2 insyaallah dapat pahala membantu orang2 itikaf. Bisa diukur sendiri dari kemampuan masing2. Ada ibu2 yg suka memasak, ada yg tidak. Kalo merasa memberatkan, maka bisa pilih masjid lain yg makanannya tidak perlu menyiapkan bergilir. Kembalikan ke diri sendiri nyamannya spt apa.

  4. Kalau misal masjid dekat rumah tidak ada program itikaf apakah harus cari mencari masjid yg jauh dr rumah. Sedangkan jika jauh dr rumah tidak diberi ijin orang tua?
    - bisa ditanyakan masjid terdekat apakah memang benar2 tidak ada itikaf. Ada masjid yg tidak menyebarkan informasi
    - itikaf hukumnya sunah, berbakti ortu itu wajib.
  1. Jika kita istri ikut itikaf jauh dr rumah dg izin suami, tetapi dg anak laki2
    hukum asalnya mubah. Mungkin dilihat lg diusia anaknya, apakah sudah baligh atau belum. Jika baligh artinya anak tsb sudah wajib itikaf di tempat berbeda (tidak ditempat perempuan). Dilihat apakah mau dipisah dg tempat ibunya.

  2. Apakah ada niat khusus yg dibacakan saat itikaf
    Tidak ada lafadz khusus. Cukup niat dalam hati, insyaallah sudah cukup

Maksimalkan apa yg bisa kita lakukan saat bulan puasa, meskipun terbatas tidak bisa ber-itikaf. Jangan karena terbatas sehingga tidak melakukan apa-apa. Cari celah-celah yg bisa kita jadikan ibadah.

'Subhanaka allahumma wa bihamdika, asyhadu an laa ilaaha illa anta, astaghfiruka wa atubu ilaik

  • Share:

You Might Also Like

0 comments